Prodi S3 IKB FBS UNP Lakukan Kuliah Umum Bersama Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd.

Padang, fbs.unp.ac.id - Program Studi S3 Ilmu Keguruan Bahasa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang kembali menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan dosen tamu Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd. dosen Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat. Kegiatan kuliah umum ini diselenggarakan secara virtual pada Jumat (9/4).

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Pd., Dekan FBS Universitas Negeri Padang dalam sambutannya mengemukakan bahwa pimpinan fakultas sangat mengapresiasi kegiatan kuliah umum yang kedua dilaksanakan pada semester Januari-Juni 2021 dengan menghadirkan dosen dari luar negeri maupun dosen dalam negeri.

"Kuliah Umum dengan dosen tamu dari luar Universitas Negeri Padang sangat penting bagi mahasiswa Program Studi S3 IKB FBS UNP untuk menambah wawasan mahasiswa dalam upaya pengembangan materi pembelajaran bahasa pada masa kini," harap Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Pd., Dekan FBS Universitas Negeri Padang.

Pada kesempatan itu, Prof Dr. Martin Kustati, M.Pd. sebagai dosen tamu mengungkapkan bahwa tatanan mega trend tentulah berpengaruh terhadap tatanan dunia pendidikan di Indonesia. Menurutnya, hal ini juga berpengaruh kepada sistem pembelajaran dan kompetensi pendidik dan kompetensi anak didik.

"Transformasi pendidikan pada perguruan tinggi harus ditingkatkan bahwa materi ajar harus dihubungkan dengan dunia nyata, berkaitan dengan kehidupan dan lingkungan dan meningkatkan daya nalar tinggi," jelas Prof Dr. Martin Kustati, M.Pd.

Menurut Prof Dr. Martin Kustati, M.Pd., untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa, pendidik dan anak didik tidak hanya bersumber pada buku-buku tetapi juga harus bersumber pada mega data yang sangat banyak dan kompleks adanya dalam tatanan dunia digital.

Prof Dr. Martin Kustati, M.Pd., melanjutkan bahwa materi pembelajaran atau materi perkuliahan haruslah materi yang bersentuhan dengan subjek didik dan perlu didesain secara berkualitas tetapi harus sesuai dengan tingkat kondisi anak didik tersebut.

"Dalam pembelajaran bahasa, materi yang dikelola dengan menggunakan jembatan memori akan sangat lama tersimpan di dalam memori subjek didik. Oleh karena itu, jembatan memori sangat penting disiapkan oleh pendidik dalam mendesain materi pembelajaran," kata Prof Dr. Martin Kustati, M.Pd.

Selain itu, kata Prof Dr. Martin Kustati, M.Pd., materi autentik yang dapat didengar atau ditonton dan materi autentik yang visual (dapat dilihat) perlu dimanfaatkan karena hal ini ada dan ditemukan dalam kehidupan masa kini. Katanya lagi, sumber-sumber pembelajaran autentik ini perlu dimanfaatkan untuk memperkaya teori yang sudah dijelaskan.

"Pada masa kini, sesungguhnya tentulah ateri pembelajaran perlu dipadu-padankan dengan meteri-materi yang bersumber dari teknologi informasi digital yang sangat kaya tersedia. Pendidik juga perlu mempertimbangkan para pembelajar sesuai dengan karakteristiknya seperti karakteristik pembelajar yang visual, pembelajar yang mendengar, pembelajar yang kinestetik, pembelajar yang studial, pembelajar yang analisis, dan sebagainya," jelas Prof Dr. Martin Kustati, M.Pd. (ET)

 

Video