Maulludul Haq, S.Hum., M.Arts., Dosen Prodi Bahasa Jepang FBS UNP Ikuti Pelatihan di Osaka Jepang

Padang, fbs.unp.ac.id - Salah seorang Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Maulludul Haq, S.Hum., M.Arts., mengikuti pelatihan pengembangan kapasitas Pendidikan Bahasa Jepang selama 45 hari di Osaka Jepang sejak 14 Januari hingga 27 Februari tahun ini.

Demikian disampaikan oleh Dekan FBS Universitas Negeri Padang Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. didampingi Wakil Dekan I Dr. Refnaldi, M.Hum., Ketua Jurusan Desvalini Anwar, S.S., M.Hum., Ph.D. dan Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Meira Anggia Putri, S.S., M.Pd., di Kampus FBS UNP Air Tawar Padang.

Menurut Dekan FBS Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., kegiatan pelatihan yang diikuti oleh dosen FBS Universitas Negeri Padang ini dibiayai oleh Japan Foundation.

"Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengajar dan calon pengajar bahasa Jepang. Dengsn demikian kegiatan pelatihan bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan dalam hal metode pengajaran bahasa Jepang Jepang di perguruan tinggi di Indonesia termasuk pada Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang di FBS Universitas Negeri Padang," tambah Dekan FBS, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum.

Selanjutnya menurut Dekan Prof. Dr. Ermanto kegiatan pelatihan yang bertajuk "The Southeast Asian Teachers' Training College Course in Japan" dilaksanakan di The Japan Foundation Japanese-Language Institute, Kansai Rinku-port Kita 3-14, Tajiri-cho, Osaka, Japan.

"Kegiatan pelatihan diikuti oleh 12 orang dosen Bahasa Jepang dari 15 Universitas di Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni UNP adalah satu-satunya kampus di luar Pulau Jawa dan Bali yang diundang oleh Japan Foundation," imbuh Dekan FBS Universitas Negeri Padang.

Secara teknis Wakil Dekan I Dr. Refnaldi, M.Hum. menambahkan bahwa syarat untuk mengikuti program ini, dosen minimal harus lulus Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (UKBJ/JLPT) N2. Selama di Jepang, dosen akan memperdalam pemahaman mengenai Japan Foundation Standard (JFS) dan JF Can-do, serta cara penggunaanya di dalam kegiatan perkuliahan bahasa Jepang, mengumpulkan bahan bahan untuk membuat bahan ajar perkuliahan Bahasa Jepang, memperdalam pemahaman mengenai budaya dan masyarakat Jepang, serta mampu menggunakan dalam pembelajaran Bahasa Jepang, memperdalam pemahaman mengenai Pendidikan Bahasa Jepang di Indonesia, serta menjalin hubungan (network) dengan dosen Bahasa Jepang di Indonesia.

Lebih lanjut Wakil Dekan I Dr. Refnaldi, M.Hum., menambahkan kegiatan selama pelatihan adalah memperdalam Metodologi Pengajaran menggunakan Japan Foundation Standar (JFS) dan JF Can-do, groupwork), rancangan perkuliahan dengan menggunakan JF Can-do), observasi ke dalam perkuliahan yang diikuti oleh mahasiswa, memberikan komentar dan masukan terhadap presentasi yang dilakukan oleh mahasiswa, Fieldwork (Kuliah Lapangan), mengumpulkan bahan-bahan yang dapat digunakan dalam membuat materi ajar, memahami budaya dan masyarakat Jepang saat ini, mengunjungi Sekolah dan Kampus di Jepang, pertukaran budaya dan Interaksi dengan orang Jepang. (ET)