Dosen FBS UNP Ikut Lakukan Pendampingan Sekolah Bermutu Berbasis Zonasi

Direktorat Jenderal Pembinaan Pendidikan Dasar & Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui kegiatan Pembelajaran Tahun Anggaran 2019 menunjuk tim Dosen UNP yang terdiri atas Prof. Dra. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D. (Koordinator Narasumber/FBS UNP),  Dr. Nofrion, M.Pd  (FIS UNP) & Desvalini Anwar, S.S, M.Hum, PhD (FBS UNP) serta Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si dari FMIPA UNSRI Palembang sebagai narasumber dalam kegiatan Pendampingan Sekolah Bermutu Berbasis Zonasi melalui Lesson Study for Learning Community (LSLC) pada November 2019.

Menurut Prof. Dra. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D., kegiatan pendampingan LSLC  ini diharapkan dapat meningkatkan  mutu proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan berbasis Learning Community melalui pelaksanaan Lesson Study.

Lebih lanjut Prof. Dra. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D. menjelaskan kegiatan LSLC di hari pertama dilaksanakan di Hotel Mercure Padang dengan agenda Pemaparan Materi-Materi tentang LSLC di Kelas, Teknik Observasi dan Refleksi, Praktik dan Analisis Observasi, Desain Pembelajaran dan Redesain,  serta Rencana Tindak Lanjut oleh Narasumber.

Menurut Prof. Dra. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D. kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Pembinaan SMP Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Poppy Dewi Puspitawati, M.A., Kasubdit Kurikulum Direktorat Pembinaan SMP, Dra. Ninik Purwaning Setyorini, M.A., Sekretaris Kasi Pembelajaran Dir. PSMP, Sri Sumarni Setiyati, SPd,  Kepala LPMP Sumbar, Dr. Ir. Moh. Sofian Asmirza, M.Sc., Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Drs. Barlius, M.M., Pengawas dan Kepala Sekolah serta 30 orang guru SMP yang berasal dari SMP Pembangunan Laboratorium Padang, SMP Al- Azhar, SMPN 25, SMPN 13 dan SMP Angkasa Lanud Padang.  

Selanjutnya Prof. Dra. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D. menjelaskan jegiatan Open Class dilaksanakan pada hari kedua di SMP Pembangunan Laboratorium UNP dengan menampilkan dua orang guru model, Dra. Nofiyerni, S.Pd. untuk mapel Bahasa Inggris dan Rahmad Hidayat S.Pd untuk mapel IPS. Selama kegiatan Open Class berlangsung, guru-guru diminta melakukan observasi kelas. Selanjutnya hasil observasi dianalisis dan didiskusikan bersama dalam kelompok. Hasil analisis observasi diikuti dengan kegiatan mendesain ulang pembelajaran.

Prof. Dra. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D. menegaskan bahwa selanjutnya guru-guru dipimpin oleh kepala sekolahnya masing-masing memaparkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bukti komitmen sekolah untuk tetap melanjutkan dan menerapkan prinsip-prinsip pengajaran dan pembelajaran berbasis Lesson Study For Learning Community di sekolahnya masing-masing pada tahun 2020. (ET)