Bekali Kreatifitas Dasar 8 Pertemuan; Kegiatan Krida Resmi Ditutup

Setelah 8 kali pertemuan kegiatan Krida di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) universitas Negeri Padang (UNP) resmi ditutup oleh Dekan, yang diwakili oleh Wakil Dekan III, Drs. Esy Maestro, M.Sn. penutupan secara resmi kegiatan krida ini berlangsung di Medan nan Balinduang Pendopo FBS. Minggu (18/11). “Penutupan krida dimeriahkan dengan penampilan dan pameran masing-masing bidang yang dikemas dalam bentuk aksi seni yang pastinya akan menghibur dan memebrikan efek yang tidak akan dilupakan oleh mahasiswa baru’, tutur Alvon, Ketua Pelaksana Kegiatan.

Wakil Dekan III, Drs. Esy Maestro, M.Sn., dalam sambutannya menjelaskan kegiatan krida adalah ruang bagi mahasiswa dalam menemukan atau mengenali kecenderungan minat dan bakatnya. “Krida di FBS disusun dengan 17 bidang, mahasiswa baru memilih bidang di luar kajian ilmu jurusan masing-maisng. Hal ini kami lakukan agar mahasiswa membekali keterampilan lain di luar jurusannya”, ungkap Wakil Dekan III.

Lebih lanjut Wakil Dekan III menyampaikan pentingnya kopetensi di luar bidang ilmu sangat penting di dunia kerja. Mahasiswa sebagai awal dari proses mempersiapkan diri untuk lingkungan kerja perlu disiapkan. “Krida inilah, kesempatan bagi mahasiswa baru dalam menemukan keahlian atau bakatnya untuk dimahirkan dengan ikut di unit-unit kegiatan mahasiswa setelah ini. Silakan saudara memahirkan bidang keterampilan tersebut dengan bergabung pada unit-unit kegiatan yang positif dalam mengembangkan potensi yang saudara miliki”, tegas Drs. Esy Maestro, M.Sn.

Ketua Pelaksana Alvon Paboski menjelaskan bahwa setelah 8 pertemuan kegiatan ini hendaknya mahasiswa baru dibekali ilmu dan keterampilan dari bidang yang dipilihnya. “Dengan bekal ini, adik-adik mahasiswa baru bisa mengembangkan dengan ikut dan aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di dalam atau di luar kampus”, jelas Alvon. Harapan yang sama juga diterakan Keta BEM FBS UNP, Iqbal Lupi Maulana. Krida 8 pertemuan ini selain membangun kepercayaan diri pada minat dan bidang dipilih, akan terbangun kebersamaan antar sesama mahasiswa. “Dalam proses berkegiatan krida ini, mari kita juga membangun solidaritas sesama mahasiswa. Proses di bidang masing-masing juga hendaknya membekas rasa kekeluargaan antar sesama, sehingga kita manjadi satu rasa’, terang Iqbal. (Jaya Nasa Perta)