FBS Selenggarakan Kegiatan Studium General untuk Mahasiswa Program Magister

Mengawali perkuliahan awal bagi Program Magister Bahasa dan Sastra Indonesia dan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP), FBS mengusung tema “Literature in the 21 th Century: Challenges and Strategies to Improve Teacher’s Competensies”, yang mengundang Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Dr. Ilza Mayuni, M.A., Senin (10/9) yang berlangsung di Ruang Teater Tertutup Mursal Esten FBS UNP.

Mewakili Dekan FBS UNP, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., sebagai Wakil Dekan I mengucapkan terima aksih kedatangan Prof. Ilza di UNP. Dalam sambutannya Prof. Ermanto menyampaikan kegiatan serupa merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan untuk mengawali perkuliahan. Apalagi untuk jenjang program magister, kegiatan pengantar wawasan keilmiah ini sangat penting diikuti. Sesuai tema yang diangkat sangat relevan dengan isu terkini, yaitu bagaimana literasi di abad 21. “Pengajar dan calon pengajar dalam hal ini dikhususkan untuk mahasiswa program magister sangat penting mengetahuinya agar bisa dan mampu memposisikan diri di era terkini pekembangan keilmuan sebagai seorang guru”, jelas Prof. Ermanto.

Dalam paparannya Prof. Ilza menyampaikan pemahaman literasi yang kita kenal sudah jauh berbeda dengan literasi kalangan ilmiah. Literasi tidak lagi dipandang dalam artian sempit, saat ini literasi merupakan seperangkat kemampuan dan keterampilan  individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut Prof. Ilza mengatakan bahwa yang harus dimiliki oleh seorang guru di abad 21 ini diantaranya mengutip pada UNESCO tahun 2016 yaitu Knowledge “what we know”, Skills “How we use what we know”, dan Character “How we engage in the world”. “Seorang guru harus mempunyai kemampuan yang luas terkait bidang ilmunya dan di luar bidang ilmunya, kaya akan kompetensi  diri, dan memiliki karakter yang baik, seperti inilah seorang guru terkini di abad 21”, jelas Prof. Ilza. (Jaya Nasa Perta)