Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Selenggarakan Seminar Internasional

Tahun ini Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (JBSID) FBS UNP tampil menggelar seminar internasional bahasa, sastra, dan pembelajaran. Internasional Conference on Language, Literature, and Education yang mulai dikenal sebutan ICLEE. ICLLE ini diselenggarakan oleh  Jurusan BSID dan Program Magister Prodi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bekerjasama dengan Deakin University Australia. Kerjasama ini merupakan wujud dalam memberikan wadah bertemunya pakar dan pemerhati bahasa, sastra, dan pembelajaran kajian ilmu bahasa Indonesia. “Konferensi internasional pertama yang kami selenggarakan ini terwujud dari kerjasama dengan Deakin University Australia”, jelas Ketua Jurusan Dra. Emidar, M.Pd.

ICLLE tahun ini mengundang 7 pemakalah utama dari 4 negara yaitu Australia, Malaysia, Singapore, dan Indonesia. 7 orang pemakalah tersebut yaitu Prof. Dr. Ismet Fanany (Deakin University Autralia), Prof. Dr. Jumadi, M.Pd., (Universitas Lambung Mangkurat, Inonesia), Rebecca Fanany, Ph.D., (Deakin University, Autralia), Prof. Dr. Hasanuddin WS., M.Hum., (Universitas Negeri Padang, Indonesia), Prof. Dr. Mohammad Haji Saleh (Universiti Sains Malaysia), Prof. Dr. Atmazaki, M.Pd., (Universitas Negeri Padang, Indonesia), dan Prof. Dr. Hadijah BteRahmat, Ph.D., (Nayang Technological University, Singapore). Dan membentang sebanyak 95 pemakalah pendamping yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Mengusung tema “Current Issue in language, literature, and education” merupakan tema yang yang dipandang relevan dengan kajian ilmu saat sekarang ini. Hal ini diterangkan oleh Ketua Pelaksana, Prof. Dr. Syahrul R., M.Pd., “Pemilihan tema telah dibahas secara bersama dan dinilai tepat menjadi topik kekinian. Dengan adanya kajian ilmiah mengenai isu yang berkembang tentang bahasa, sastra, dan pembelajaran diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam kemajuan dunia pendidikan” ungkapnya.

Penguatan penjelasan tema ini juga diperkuat oleh Dekan FBS UNP, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., mengatakan bahwa setiap perkembangan akan membawa perubahan tersendiri dalam berbahas. Dengan kajian ilmiah ini tentu bisa dibahas persoalan terkini dan upaya penggunaan bahasa tetap pada jalurnya. Sehingga dengan kajian ilmiah ini akan ada temua yang bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyrakat.

Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri, Ph.D., yang langsung membuka konferen internasional yang berlangsung selama dua hari tersebut di Auditorium UNP. (19-20/7). Dalam sambutannya Prof. Ganefri, Ph.D., mengapresiasi terselenggaranya seminar internasional ini. Dalam sambutannya rektor menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan dari acara seminar internasional ini dalam menyatukan kosa kata bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. “Harapan saya dalam terselenggaranya seminar internasional ini, hendaknya ke depannya dalam berkumpulnya pakar bahasa Melayu dan juga pakar bahasa Indonesia, sedapatnya bisa menyatukan bahasa dengan menyamakan kosakata. (Jaya Nasa Perta)