Fakultas Bahasa dan Seni

Strive for Excellence

Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

FBS UNP; Tetap Laksanakan Wirid Bulanan dalam Pembenahan Diri

“Tidak ada manusia yang sempuran”, begitulah ungkapan yang sering kita dengarkan bahwa manusia sebagai makhluk ciptaan Allah tidak ada yang sempurna. Seperti juga yang kita tahu lanjutan dari kata yang biasa kita dengarkan tersebut bahwa manusia pada fitrahnya memiliki sifat khilaf dan kadang lupa.

Menindaklanjuti hal tersebut, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP selalu mengadakan wirid bulanan dengan menghadirkan penceramah-penceramah untuk mengisi wawasan keagamaan untuk saling mengingatkan. Wirid bulanan dijadwalkan dilaksanakan minggu ke-2 pada awal bulan dan dilaksanakan di Mushala Amanah FBS UNP. Bulan September 2016, Wirid bulanan menghadikan Ustad Sofyan Hadi yang memberikan penjelasan tentang manusia yang mabrur. Jumat (23/9).

Dimulai pukul 09.00 WIB, penyampaian Ustad Sofyan Hdi dimulai dengan menjelaskan keutamaan menghadiri wirid atau yang biasa disebut majelis ilmu. Menghadiri majelis ilmu sama dengan keutamaan lebih baik dari memandikan 1000 orang jenazah atau lebih baik dari melaksanakan shalat sunat 1000 rakaat. “Beruntunglah bagi kita semua yang berada di dalam mushala ini. Membawakan diri kita untuk menghadii majelis ilmu, yang barangkali tidak semua orang mudah membawkan dirinya untuk hal-hal yang baik ini”, ungkap Ustad Sofyan.

Menjelaskan makna mabrur dari hakikatnya, mabrur bisa dicapai apabila seseorang mampu memberikan sesuatu yang sangat kita cintai. Logikanya ada dua durian di rumah kita, satu durian yang kecil dan durian yang besar. Kemudian karena ada tamu, kita tentu akan menyuguhkan sesuatu makanan untuk tamu yang datang. “apabila kita menyuguhkan durian yang kecil itu namanya baik, tetapi apabila kita menyuguhkan durian yang besar itulah namanya mabrur”, jelas Ustad Sofyan Hadi.

Mabrur juga tampak dari bahasa dan cara berbahasa. Apabila di dunia ini semua orang mampu bersifat mabrur, insyaallah kedamian dan keindahan hidup masyarakat akan muncul di tengah persoalan-persoalan hidup di dunia. Nabi Ibrahim AS merupakan contoh tauladan manusia yang mabrur semasa hidupnya. “Pada hakikat yang sesungguhnya semua orang mabrur akan hidup dalam kebahagiaan” tutup Ustad Sofyan. (Jaya Nasa Perta)