Menumbuhkembangkan Jiwa Kewirausahaan bagi Mahasiswa Bidikmisi FBS

Menghadapi Masyarakt Ekonomi ASEAN yang sudah mulai berlaku di Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBs) Universitas Negeri Padang (UNP) menyikapi hal tersebut dengan mengadirkan seminar kewirausahaan bagi mahasiswa Bidikmisi FBS UNP. Drs. Esy Maestro, M.Sn., yang menjabat Wakil Dekan III FBS UNP, mengatakan bahwa pengadaan seminar kewirausahaan ini merupakan wujud kepedulian universitas dan khususnya fakultas dalam mempersiapkan lulusan yang profesional di bidang ilmu masing-masing dan mampu bersaing dengan orang banyak. Sebagai fakultas yang mengelola bidang ilmu bahasa dan seni yang nantinya akan memberikan kontribusi dalam pekembangan ilmu bahasa dan seni. Perlu juga kami membekali ilmu kewirausahaan yang mendidik terciptanya jiwa pengusaha pada mahasiswa. “Setelah menyelesaikan pendidikan di FBS UNP ini hendaknya mahasiswa mempunyai jiwa kewirausahaan yang menjadi poin penting bagi mahasiswa untuk membuka sebuah usaha dan lapangan kerja di samping mempertanggungjawabkan bidang ilmunya masing-masing”, jelas Bapak Esy Maestro.

Seminar kewirausahaan ini mengundang pemateri yang profesional bidang dunia usaha, pertama Dr. Susi Evanita, M.S., yang saat ini menjabat Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi UNP, kedua Dr. Yuliana, M.Si., yang menjabat Wakil Dekan III Fakultas Pariwisata dan Perhotelan. “Kedua pemateri yang diundang sudah sangat jauh melalang buana bidang ilmu kewirausahaan” jelas Bapak Esy Maestro.

Seminar kewirausahaan yang dimulai pukul 09.30 di Ruang Teater Tertutup Mursal Esten FBS  tersebut diikuti oleh 150 orang mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi FBS UNP yang mencakup jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, jurusan Seni Rupa, dan jurusan Sendratasik.

Dalam pemaparannya Ibu Dr. Susi Evanita, M.S., mengatakan bahwa menjadi seorang wirausaha yang baik dimulai dengan menggali potensi yang ada terlebih pada bidang ilmu yang digeluti atau bidang yang lainnya yang bisa dipasarkan kemudian mengemasnya dengan kemasan yang baru dan unik dengan cara yang menjual sehingga itu layak untuk dipasarkan kepada banyak orang. Lebih lanjut Ibu Susi menjelaskan banyak kebingungan yang akan dialami oleh mahasiswa ketika setelah selesai wisuda, ia akan menjadi pegawaikah, atau menjadi pekerja (PNS) atau membuka lapangan kerja dengan memulai berwirausaha. “Penting sekali memulai secepatnya untuk berwirausaha, dengan membangun kerja sama dan terpaan-terpaan proses berwirausaha merupakan pengalaman yang membuat kita menjadi sukses dan banyak belajar” ungkap Ibu Susi.

Dilanjutkan oleh Ibu Yuliana menjleaskan materi wirausaha yang baik. Dalam pemaparannya Ibu Yuliana menjelaskan bahwa karya kreatif, inovatif, dalam sangat membuka peluang usaha bagi mahasiswa yang berpikir dan bertindak. Kenyataannya pada saat ini peluang untuk mencari kerja saat sekarang ini semakin sedikit, tetapi peluang untuk membuka dan memulai usaha sangat besar saat ini. Carilah peluang berusaha pada masalah yang terjadi, kebutuhan yang meningkat, dengan mimpi-mimpi yang hendak diwujud, dan pada orang yang menciptakannya. “Lakukan dengan optimal dengan mendayagunakan SDM yang ada untuk usaha yang dilakukan. Mulailah dari kecil dan jadikan ia besar dengan menyusun target-target yang dicapai dengan baik dan profesional” tutup Bu Yulaiana. (Jaya Nasa Perta)