Wakil Gubernur Sumbar, Membuka UNP World Ritual Music Festival 2016

Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Drs. H. Nasrul Abit, membuka secara resmi UNP World Ritual Music Festival 2016. Pembukaan acara yang dikomandoi oleh Jurusan Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) ini berlangsung di Medan nan Balindunag Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) yang dihadiri juga oleh Wakil Rektor III UNP, Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar, M.Pd., Dekan FBS, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum. Kamis (1/9).

Mewakili pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Drs. Nasrul Abit mengatakan pernyataan bangga pemerintah daerah kepada UNP yang sudah memberikan banyak kontribusi dalam kemajuan bidang pendidikan dan pada hari ini memberikan kemajuan pada bidang kesenian musik. Pemerintah daerah akan selalu mendukung UNP dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan yang positif karena, tentunya akan memberikan dampak yang baik juga dalam perkembangan dan kemajuan daerah Sumbar lebih baik ke depannya. “Selain bermain musik di UNP, kami juga menyampaikan selamat datang kepada peserta yang datang dari dalam dan luar negeri untuk berwisata di Ranah Minang ini yang saat ini Sumbar dijadikan destinasi Wisata Halal di Indonesia. Untuk itu kepercayaan ini perlu didukung dan dijaga dengan baik”, jelas Bapak Nasrul Abit.

Membumingkan musik ritual ditengah masyarakat yang hampir punah dan tidak dikenali lagi oleh generasi muda melekat tujuan acara ini. Lebih jelas Dekan FBS, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., mengatakan bahwa dengan festival musik ritual yang pertama kali diadakan di Indonesia dan UNP menjadi tuan rumahnya merupakan suatu langkah yang baik untuk kembali membumingkan musik ritual di telinga masyarakat terkhusus generasi muda mahasiswa. Apalagi dukungan dan sokongan yang penuh selalu diberikan dari pemerintah daerah akan memberi angin segar bagi kehidupan acara ini untuk diadakan kembali tahun mendatang.

Lebih lanjut Dekan FBS menjelaskan bahwa musik yang digunakan masyarakat mendekatkan diri kepada sang khalik. UNP mencoba memodifikasi dalam sebuah festival yang diikuti oleh negara Iran, Malaysia, dan Indonesia diwakili dari perguruan tinggi dan kelompok musik terkenal. Hadir dalam festival ini sebanyak 13 kelompok pemusik dan 113 orang pesronil akan membumingkan musik ritual di tengah zaman digital ini. “Ke depannya, hendaknya kegiatan ini bisa diagendakan oleh Pemda Sumbar dengan menempelkan pada salah satu momen daerah untuk pelestarian sebuah budaya musik khusunya musik ritual” ujar Prof. Zaim.

Selain berfestival hendaknya acara ini juga bisa menjalin silaturahmi yang baik antara pemusik satu dengan yang lain baik dari dalam negeri maupun pemusik di luar negeri. Itulah sejalan dengan harapan yang dituturkan oleh ketua pelaksana Drs. Wimbrayadi, M.Sn, mengatakan musik secara universal bisa dapat diartikan berbagai makna dan tujuan tersendiri. Mengartikan musik sebagai hiburan dan bisa menjalin silaturahmi antara pelaku musik dengan pelaku musik lainnya merupakan cara berpikir kita memaknai musik yang bijaksana. (Jaya Nasa Perta).