Menuju Kesejahteraan Kualifikasi Outcome Pendidik yang Profesional; Jurusan Sendratasik Gelar Seminar Nasional

Sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian pada pendidikan khususnya di bidang ilmu seni drama, tari, dan musik, Jurusan seni drama, tari, dan musik (Sendratasik) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP menggelar Seminar Nasional. Seminar nasional yang bertemakan “Pemberdayaan peran pendidikan seni dan budaya menuju kesejahteraan kualifikasi outcome pendidik yang profesional” ini laksanakan di Ruang Teater Tertutup FBS UNP, Sabtu (14/11).  Acara yang penyebutannya disingkat dengan Seminas Send 15 ini diikuti oleh 250 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa S1, mahasiswa S2, guru, dan pegiat seni se Sumatera Barat.

Tampak hadir, Wakil Rektor IV, Dr. Ardipal, M.Pd., Wakil Dekan I, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum ., ketua Jurusan Sendratasik, Drs. Syailendra, S.Kar., M.Hum., dan  dosen-dosen staf pengajar jurusan Sendratasik FBS UNP.  Seminas Send 15 dimulai pukul 09.00 wib, dan dibuka oleh Dekan FBS UNP, dalam hal tersebut diwakili oleh Wakil Dekan I, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. Wakil Dekan I menyampaikan permohonan maaf dari Dekan FBS UNP, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., yang tidak dapat membuka acara ini secara resmi, karena beliau sedang ada tugas di luar daerah. Mewakili pihak fakultas, kami mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana dari jurusan Sendratasik. Pada dasarnya, keberadaan pendidikan seni memperoleh posisi yang sangat penting dalam hidup ini, potongan pepatah menyebutkan bahwa dengan seni hidup menjadi lebih indah.

Menyongsong kemajuan zaman dalam dunia pendidikan saat sekarang ini, memerlukan sinergi yang kuat antara ahli pembelajaran dengan ahli bidang kesenian untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing ditingkat nasional. Untuk itu kami dari pihak fakultas sangat mendukung dan menyambut baik acara seminar yang dilaksanakan oleh jurusan Sendratasik ini. Untuk informasi  kepada kita semua, sebagai bentuk nyata dari wujud persiapan dalam menghasilkan tenaga atau lulusan jurusan Sendratasik, jurusan ini akan berkembang menjadi dua prodi, pertama prodi pendidikan  musik sudah disetujui BAN PT dan sekarang sedang proses pemuatan SK, kemudian pendidikan tari akan segera memperoleh SK, karena sekarang sedang proses perbaikan administrasi secara online.  “Untuk itu, pendidikan sendratasik sangat perlu untuk dikembangkan, untuk mengahsilkan lulusan-lulusan yang professional dan berkualitas,” ungkap Wakil Dekan I.

 Seminar nasional di jurusan sendratasik terakhir dilaksanakan tahun 2008, setelah fakum lebih kurang 6 tahun, tahun 2015 kembali menggelar acara seminar nasional ini. Hal ini senada dituturkan oleh ketua pelaksana acara yaitu Dra. Darmawati, M.Hum., Ph. D., doktoral tamatan universitas di Malaysia. Dalam sambutannya, ia mengatakan terima kasih kepada rekan panitia panitia yang sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk terlaksananya acara ini. Seperti tahun lalu, acara ini hampir kita laksanakan, tapi berhubungwujud dari kesadaran dan kepedulian jurusan Sendratasik terhadap tantangan dunia pendidikan terutama bidang seni drama, tari, dan musik di era sekarang ini. “Harapannya, tahun depan acara seminar ini akan tetap dilaksanakan kembali, dengan adanya seminar ini hendaknya kita dapat berdiskusi untuk menyegarkan kembali atu memperoleh pengetahuan baru perkembangan terkait bidang ilmu kesenian di Nusantara. Kedepannya, hendaknya  pendidikan kesenian menjadi lebih baik dan menjadi professional dengan munculnya output yang berkualitas.,” jelas Buk Darmawati.

Seminar ini berhasil mendatangkan 5 orang pemateri yaitu Dr. Sumaryadi, M.Pd., dosen Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Festiyed, M.S., dosen dari Universitas Negeri Padang, Ediwar, S.Sn., H.Hum., Ph. D., dosen ISI Padang Panjang, Indra Yuda, dosen Universitas Negeri Padang, dan Iswandi, S.Pd., M.Pd., yaitu Dikdas Dinas Pendidikan Kota Padang.

Pada pemaparannya, yang dimoderatori oleh Dra. Puji Astuti, M.Hum., Sumaryadi menyampaikan bahwa pembelajaran seni budaya hendaknya mampu menciptakan generasi yang sadar budaya. Sadar budaya maksudnya adalah memiliki ketangguhan dalam memegang teguh suatu budaya yang dianut. Pada saat sekarang ini, tantangan untuk seni budaya sangat luar biasa di abad 21 ini, seperti arus globalisasi dan kuritasi agama. Kalau tidak dicermati dengan baik, generasi masa datang akan kehilangan identitas budayanya, sehingga muncullah generasi yang lemah budaya. “Untuk itu, penting menanamkan unsure kebudayaan dalam suatu pembelajaran, untuk menghasikan generasi yang berbudaya, untuk itu semua elemen pendidikan tentu harus berbudaya terlebih dahulu. Apa bila hal itu dilakukan dengan baik, ke depannya tidak aka nada lagi pemimpin yang menyalahkan jabatannya untuk hal yang tidak baik, seperti korupsi, pencurian, dan tindak kejahatan lainnya”, ungkap Sumaryadi, dosen UNY.

Seminar ini dilanjutkan sesi yang kedua setelah istirahat sholat dan makan. Besoknya, sebagai rentetan acara ini, panitia pelaksana juga mengadakan workshop musi dan tari yang dilaksanakan, Minggu (15/11). Workshop ini diutamakan untuk mahasiswa jurusan Sendratasik dalam meningkatkan kualitas keilmuannya, sehingga nantinya akan menghasilkan tenaga pengajar bidang jurusan Sendratasik yang professional dan berkualifikasi baik. “Tidak tertutup kemungkinan juga peserta yang hadir dalam seminar ini untuk mengikuti seminar nasional hari ini,” tutup Darmawati, ketua pelaksana. (Jaya Nasa Perta)