ISLA-4, Fakultas Bahasa dan Seni UNP

International Seminar on language and Arts (ISLA) sudah menjadi kegiatan rutinitas tahunan di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP), semenjak dimulai tahun 2012 lalu. ISLA ke-4 tahun 2015 ini, dilaksanakan dengan mengusung tema “Promoting Local Wisdom and Enhancing Better Learning on Language, Art, and Culture” atau mempromosikan kearifan lokal dan meningkatkan pembelajaran bahasa, seni, dan budaya kea rah yang lebih baik. Dilaksanakan selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/10) di  Pangeran Beach Hotel Padang.

Seminar yang dilaksanakan di Hotel Pangeran Padang ini berhasil mendatangkan 7 orang Keynote Speakers dari dalam dan luar negeri, yaitu Ismet Fanany (Deakin University, Australia), Rebecca Fanany (Deakin University, Australia), Kim Jang Gyem (Kanada University, South Korea), Kyoko Funada (Kanda University, Japan), I Ketut Artawa (Universitas Udayana, Bali, Indonesia), Ermanto (Universitas Negeri Padang, Indonesia), dan Sri Hastanto (Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia).

“Selain pemakalah 7 orang utama tersebut, didampingi juga dengan 89 orang pemakalah pendamping yang sebenarnya lebih 100 orang pemakalah pendamping yang mendaftar, nemun melalui tahap seleksi yang ketat maka dipilihlah 89 orang pemakalah pendamping”, ujar Prof. Jufrizal, M.Hum., ketua pelaksana ISLA-4. Lebih lanjut Prof. Jufrizal mengatakan bahwa pemakalah pendamping ISLA-4 ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti dari Riau, Jambi, Batam, Sumbar, Palembang, dan daerah lainnya. Sedangkan pesertanya dipadati oleh dosen, guru, mahasiswa, dan umum.

Dekan FBS, Prof. Dr. M. zaim, M.Hum., mengatakan bahwa tema yang diangkat tahun ini merupakan upaya yang dilakukan dalam menggali kearifan lokal untuk meningkat kualitas bahasa, seni, dan budaya yang sudah mulai luntur di kalangan muda-mudi saat ini. Banyak yang kita lihat sekarang ini bahwa anak-anak sekarang tidak peduli lagi dengan lingkungan sekitar, mereka senang disibukkan dengan smart phone,  sehingga ia lupa dengan hal-hal yang lokal dan tradisional. Padahal memahami nilai-nilai kearifan lokal merupakan suatu hal yang sangat penting dalam membentuk karakter yang hidup dalam masyarakat”, ungkapnya.

Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Phil. Yanuar Kiram, membuka secara resmi acara ISLA-4, Jumat (23/10). Pembukaan berlangsung pukul 08.30 wib, dalam sambutannya ia mengatakan kebanggaanya pada FBS yang selalu melakukan terobosan-terobosan yang luar biasa dalam mengembangkan bidang ilmu di fakultasnya, sehingga hal ini akan berdampak baik pada kualitas fakultas dan juga universitas. Persoalan bahasa dan seni dalam kearifan lokal menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat sekarang ini.  Sesungguhnya di balik bahasa, seni, dan budaya terhimpun nilai yang sarat dalam membentuk karakter dalam memanusiakan manusia. “Seminar kearifan lokal ini hendaknya bisa membekali pengajar dan pendidik untuk bisa mengimplementasikan ke tengah-tengah masyarakat”, jelas Yanuar Kiram.

Seminar ini bercerita tentang fenomena saat sekarang ini terkait kebahasaan, seni, dan budaya yang sudah tidak lagi diguanakan dengan wujud kebanggan memilikinya. Hal ini Kecintaan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam konteks yang harusnya dipakai bahasa yang baik dan benar tersebut sudah mulai luntur. Ismet Fanany , pemakalah utama menejelaskan dengan contoh yang sering kita saksikan faktanya orang Indonesia sudah tidak segan lagi mencampurkan bahasa Inggris dalam komunikasinya, malah ada yang mencampur bahasa Inggris ke dalam bahasa Indoensia pada tempat yang seharusnya menggunakan bahasa ndoensia. Hal ini yang katanya untuk alasan agar tampak berkelas komunikasi yang dilakukan tersebut, malah akan mengacaukan komunikasi tersebut. “Menggunakan bahasa yang baik dan sesuai konteks situasi bahasa itu merupakan usaha nyata dalam menyikapi kearifan lokal suatu bahasa untuk mewujudkan bahwa bahasa Indoensia adalah bahasa pemersatu atau bahasa nasional”, tutup Ismet Fanany. (Jaya Nasa Perta)