Kajian Humaniora FBS Hadirkan Seminar dan Peluncuran Buku Novel-Rabab Kusut Karya Ismet Fanany

Kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama antara pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang (UNP) dengan penerbit Angkasa Bandung, menghadirkan seminar dan peluncuran buku novel-Rabab Kusut karya Ismet Fanany di Teater Tertutup FBS UNP (22/10).

Kegiatan ini disambut antusias oleh Ismet Fanany beserta istrinya, Rebecca Fanany. Melalui fenomena yang terjadi dikehidupan kita, bahasa, sastra dan seni adalah rumpun ilmu pengetahuan yang tidak dapat dipisahkan. Menurut sambutan Dekan FBS UNP Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., sekaligus membuka acara ini secara resmi, menyampaikan “Ilmu bahasa mengungkapakan bagaimana manusia mampu berinteraksi untuk menyampaikan ide secara komunikatif sementara itu ilmu sastra mengungkapkan realita hidup yang menggunakan bahasa sebagai medianya, dilengkapi pula dengan ilmu seni yang menggali dan mengembangkan ekspresi dari kreatifitas yang ada,” paparnya.

Dekan FBS UNP, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., juga mengatakan akan diadakan kerja sama lebih lanjut antara Pusat Kajian Humaniora FBS UNP dengan Deakin University, Australia dalam melakukan penelitian termasuk bidang pendidikan dan pelatihan-pelatihan bagi dosen agar dapat Menghasilkan karya-karya yang diakui di Internasional nantinya.

Pembicara pada pembedahan novel Kusut merupakan Ketua dari Pusat Kajian Humaniora FBS UNP yaitu Prof. Dr. Hasanuddin WS, M.Hum., dalam hal ini mengangkat judul Tegangan antara Tradisi dan Modernitas dan Kembali ke Tradisi. Makalah tersebut menerangkan tentang Novel Kusut yang dijadikan kesenian Rakyat barabab. Beliau menyatakan, “Sesungguhnya novel-Rabab Kusut Ismet Fanany bukanlah fenomena baru, kasus yang serupa juga pernah dilakukan sebelumnya, seperti Seribu Kunang-kunang di Manhattan cerpen Umar Kayam dan Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari,” jelasnya.

Peserta kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan penerbit Angkasa-Bandung Drs. Yogi, Prof. Dr. Mawardi Efendy salah satu rektor UNP terdahulu, dari kalangan dosen, mahasiswa S1 dan S2 FBS UNP. Dalam sambutan Penerbit Angkasa Bandung menjelaskan, bahwa penerbit Angkasa bandung sudah dikenal sejak 1946, yang telah menerbitkan buku-buku dari penulis akademis Indonesia, termasuk guru besar dan dosen FBS UNP. Oleh karena itu “Kami mengajak bapak, ibu, saudara/i serta hadirin sekalian untuk menerbitkan buku kepada kami, agar apa yang kita berikan bisa lebih cepat tersebar luas di masyarakat, ” tutupnya. (Aulia Syafitri)