Menduniakan Bahasa Melalui Syarahan Mabbim

Sebagai upaya menduniakan bahasa Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP mengadakan Syarahan Mabbim. Kegiatan ini juga bertepatan dengan bulan bahasa yang jatuh pada bulan Oktober.

Untuk meningkatkan kerjasama FBS UNP dengan Badan Bahasa, diadakan Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Syarahan Mabbim) di Teater Tertutup FBS, Senin (19/10). Kegiatan ini diikuti oleh Petinggi FBS, Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand dan FBS UNP, Mahasiswa Unand dan UNP, Guru Bahasa Indonesia di Kota Padang, dan Siswa-siswi SMA di Kota Padang. Tema pada kegiatan tersebut “Menduniakan Bahasa Indonesia/Melayu melalui Industri Hiburan/Industri Kreatif”.

Pemateri pada kegiatan tersebut didatangkan dari Malaysia. Selaku pemateri, Prof. Dr. Mohamad Hatta bin Azad Khan mengatakan ada 3 hal untuk menduniakan bahasa Indonesia/Melayu yaitu, bahasa, musik, dan film. “Untuk menduniakan bahasa, perlu adanya kaidah untuk menemukan penutur-penutur baru,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan acara ini sangat penting dilanjutkan karena banyak permasalahan yang harus dipikirkan untuk menduniakan bahasa Indonesia/Melayu. “Dengan memahami bahasa banyak hal yang kita perkenalkan baik itu filsafat, Budaya, dan kesopanan yang harus diperhatikan,” jelasnya.

Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., selaku Wakil Dekan I FBS pada sambutannya mengatakan perlu adanya dukungan terhadap pemerintah untuk menduniakan Bahasa Melayu-Indonesia. “Semua elemen di Indonesia harus saling mendukung pemerintah untuk menduniakan bahasa Indonesia/Melayu.”

Ermanto juga berharap acara Syarahan Mabbim ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, “saya pikir kegiatan ini salah satu cara untuk mempertahankan karakteristik bahasa Indonesia/Melayu sehingga dapat dijadikan bahasa internasional,” harapnya.