Fakultas Bahasa dan Seni

Strive for Excellence

Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Pengukuhan Ketua Forum FBSI tahun 2015

Dari Berdasarkan hasil rapat koordinasi pemilihan kepengurusan forum FBS Indonesia yang dihadiri oleh Dekan dari 14 Fakultas FBS dari Lembaga pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)  se-Indonesia, yang dilaksanakan di Auditorium Pangeran Beach Padang, Senin-Selasa (27-28/4). Terpilihlah pengurus Forum FBSI yaitu Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., (Dekan FBS UNP) sebagai ketua, Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A., (Dekan FBS Undiksa) sebagai Sekjen, Prof. Dr. Nyoman Adi Jaya Putra, M.A., (PD I FBS Undiksa) Wakil Sekjen I , dan Wakil Sekjend II dijabat oleh Prof. Dr. Ermanto M. Hum., (WD I FBS UNP).

Kepengurusan Forum FBSI ini dikukuhkan oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti Prof. Dr. Intan Ahmad., pada saat pertemuan Forum FBSI tahun 2015 di Auditorium Bung Hatta The Hill Hotel Bukittinggi, Minggu (27/9).

Selaku ketua forum FBSI yang terpilih M. Zaim menjelaskan bahwa Forum FBSI membicarakan tentang hal-hal yang terkait dengan pelayanan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan Tri Dharma Perguruan Tinggi itu, agar terjadi peningkatan kualitas lulusan yang siap bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Sebagai ketua terpilih, saya tentu bertanggung jawab melaksanakan program yang disepakati pada forum FBSI itu, kita akan mencoba berkoordinasi dengan Kemenristek Dikti tentang program-program apa saja yang bisa direncanakan untuk menjalankan amanah yang telah diberikan dalam pertemuan forum FBSI tahun 2015 ini, terutama  untuk program-program yang akan dilaksanakan dalam 2 tahun ke depan”. Harapnya.

Untuk meningkatkan kualitas dan kerjasama yang baik dalam mewujudkan lulusan yang bisa bersaing dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) banyak hal yang harus dipersiapkan. “Untuk itu, perlu adanya jaringan yang menghubungkan dosen-dosen antar perguruan tinggi yang ada, penelitian bersama oleh dosen maupun mahasiswa termasuk juga saling bertukar tenaga ahli, kekurangan-kekurangan yang ada pada suatu perguruan tinggi bisa diisi dengan tenaga ahli yang ada di perguruan tinggi lainnya, baik untuk kepentingan kuliah umum, peningkatan sumber daya manusia, dan kegiatan akademik lainnya,” tutupnya. (Auliya Syafitri)