Fakultas Bahasa dan Seni

Strive for Excellence

Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

BEM FBS: “Membangkitkan Jiwa Kewirausahaan bagi Generasi Bangsa”

Dari Menghadapi dunia usaha dan bisnis bahwa lulusan sarjana pendidikan tidak musti harus menjadi guru saja, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP menggelar acara Seminar Nasional dan Bedah Buku, Ruang Teater Tertutup FBS, Rabu, (30/9). Acara ini bertemakan “Membangkitkan Jiwa Kewirausahaan bagi Generasi Bangsa: Mahasiswa itu Berani Berbicara dan Berpikir”, diikuti 130 orang yang berasal dari jurusan yang berbeda-beda di UNP.

Tampak hadir Wakil Dekan III FBS, Drs. Esy Maestro, M.Sn., untuk membuka acara seminar secara resmi. Tepat pukul 13.00 WIB, acara dibuka dalam sambutan Wakil Dekan III. Dalam sambutannya, Esy Maestro menyampaikan bahwa acara yang digelar BEM FBS ini sangat bagus sekali diikuti oleh mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh seorang tamatan sarjana tidak lagi menjamin untuk langsung mendapatkan pekerjaan. Zaman sekarang ini lapanagan pekerjaan semakin sempit, meskipun seseorang bergelut di bidang pendidikan namun tidak tertutup kemungkinan untuk menjadi seorang wirausahaan.

Dengan acara ini semoga mahasiswa bisa dibekali dengan wawasan usaha dan terbuka pemikirannya untuk menjadi seorang pengusaha. Sebuah pengalaman  baru tentang kewirausahaan akan didapatkan oleh mahasiswa FBS, dan dari fakultas lain. “Mudah-mudahan memberikan nilai positif untuk yang mengikuti kegiatan tersebut, ada keinginan untuk terhadap informasi apa yang kita ketahui,” harapnya.

Yuda Eri Setiawan dari Bandung seorang inspirator Indonesia Traveling bertindak sebagai pemateri dalam Seminar Nasional tersebut. Banyak hal yang disampaikan oleh Kang Yuda, salah satu yang menjadi kunci terbesar ketika memilih menjadi seorang wirausahaan dan berkecimpung di dunia bisnis adalah merubah paradigma cara berpikir yang harus dibangun bukan masalah besarnya uang atau modal yang harus dikeluarkan, tetapi seberapa besar uang yang kita dapatkan. Kemudian kejelian dalam membaca peluang usaha, serta mengelola sirkulasi uang tersebut.

Potensi bisnis travel ini besar, baik secara regional maupun negara Indonesia sendiri, cukup besar potensinya dimana-mana, contoh penjuaan tiket saja tahun 2014 sampai 140 juta lembar tiket, kemudian dari potensi wisatanya juga cukup sangat besar.  “Artinya untuk menjadi agen travel mengilusiasi bisnis dari mulai kuliah, adalah sebuah pilihan yang tepat, apalagi kita punya bonus demografi, yang puncaknya di 2020-2030 di mana usia produktifnya lebih banyak. Tentunya ini akan menjadi peluang hebat karena daya beli masyarakat semakin hari semakin tinggi,” tutupnya. (Auliya Syafitri)