Rutinitas Wirid Pengajian Fakultas Bahasa dan Seni

Dari Dalam rangka meningkatkan pemahaman keislaman dosen, karyawan/i, serta mahasiswa/i, FBS UNP kembali mengadakan pengajian rutin bulanan yang dilaksanakan di mushalla Amanah FBS pada Jumat, (2/10). Pengajian kali ini bertajuk “Surah Al Fatihah”. Penceramah yang hadir yaitu Ustad Devi Dasmal M.Ag.

Kegiatan ini dihadiri Dekan FBS UNP, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., Wakil Dekan I Prof. Dr. Ermanto, M.Hum., Wakil Dekan II Dr. Ramalis Hakim, M.Pd., Wakil Dekan III, Drs. Esy Maestro, M.Sn., Karyawan/i selingkungan FBS UNP, serta mahasiswa/i FBS UNP. Kegiatan bulanan ini juga membuka kesempatan berdiskusi, sehingga jamaah wirid tersebut leluasa bertanya apa yang belum dipahaminya tentang yang berkaitan dengan tema yang diberikan.

Dalam tausyiahnya Ustad Devi Dasmal menyampaikan, Surah Al Fatihah adalah surat yang diturunkan di kota Mekah yang terdiri 7 ayat. Selain dijuluki "pembuka" sebagaimana arti dalam surah Al Fatihah, Surah Al Fatihah juga dikatakan sebagai ummul kitab yang artinya adalah induknya kitab Al Quran. Allah SWT sudah memberikan klaim bahwa Surah Al Fatihah adalah induk dari segala isi yang ada dalam kitab Al Quran. “Surat Al Fatihah menjadi penting diketahui agar kita sebagai umat Islam bukan saja memposisikan bacaan ritual semata, tetapi juga mengetahui pengertian Surat Al Fatihah, hakikat Surat Al Fatihah dan makna dari Surat Al Fatihah,” Ucapnya.

Setelah tausyiah dilaksanakan, selanjutnya Dekan FBS UNP, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., dalam sambutannya ia mengatakan bahwa jadwal yang sebenarnya adalah setiap bulan pada minggu kedua, namun karena padatnya kegiatan ke depan, maka adanya perubahan jadwal baru yang dilaksanakan pada minggu pertama. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Ustad yang telah memberikan pencerahan tentang hikmah membaca Al Fatihah. “Saya menghimbau kepada Dosen-dosen, Karyawan/i, serta Mahasiswa FBS, selagi itu bermanfaat dalam bidang keilmuan dan keagamaan, kegiatan ini terus berlangsung maka ikutilah secara rutin, karena kita tidak hanya memikirkan dunia saja, namun harus menyeimbangkan urusan akhirat pula”, tutupnya. (Auliya Syafitri)