Fakultas Bahasa dan Seni

Strive for Excellence

Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

FBS UNP Gelar PKM II

Untuk kedua kalinya, Fakultas Bahasa dan Seni  (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar acara sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Rabu (24/9).  Acara ini bertempatkan di ruang Teater Tertutup FBS UNP dan menghadirkan 8 anggota PPIPM (Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa) UNP.

Pembantu Dekan III, Drs. Esy Maestro, M. Sn. dalam sambutannya menuturkan acara sosialisasi PKM kali ini merupakan lanjutan dari sosialisasi pertama yang dilaksanakan pada 13 September lalu. Jika sosialisasi pertama lebih memberikan motivasi pada mahasiswa dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan PKM, acara sosialisasi kedua ini lebih difokuskan pada bedah proposal PKM yang telah dibuat oleh mahasiswa FBS UNP. “Sengaja kita hadirkan mahasiswa dari PPIPM sebab mereka lebih paham dalam penulisan proposal tersebut,” terang Esy.

Esy Maestro berharap dengan diadakannya dua kali sosialisasi PKM, proposal-proposal yang telah dibuat oleh mahasiswa FBS UNP memiliki peluang besar untuk lulus seleksi nasional. “Pihak fakultas sudah memberikan dorongan pada mahasiswa untuk memperebutkan peluang yang diberikan oleh dikti, selain itu kami juga memfasilitasi peserta dengan menghadirkan pemateri-pemateri yang ahli di bidangnya. Tentu saja harapan dari pihak fakultas jauh lebih tinggi dibandingkan dengan PKM sebelumnya,” harap Esy Maestro.

Acara dilanjutkan dengan presentasi oleh anggota PPIPM. Dalam materinya, pemateri lebih banyak menjelaskan tentang teknik penulisan proposal yang akan di ajukan. “Selama ini, kita semua terlalu fokus pada judul yang spektakuler. Teknik penulisan seringkali terabaikan. Padahal ini juga merupakan poin penting dalam penilaian” terang Andika Putra, Ketua PPIPM.

Hal ini diakui Ratmiati, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ratmiati mengaku tidak terlalu mementingkan teknik penulisan. “Sampai pada saat bedah proposal, masih terdapat kesalahan baik itu pada latar belakang maupun fokus masalah.masih banyak perbaikan dalam proposal kami,” ungkap Ratmiati. Ratmiati pun berharap setelah diadakannya bedah proposal, proposal yang telah mendapat perbaikan dinyatakan lulus. “Semoga kerja keras kami membuahkan hasil,” harap Ratmiati. Tiara