Fakultas Bahasa dan Seni

Strive for Excellence

Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Kuliah Umum Bersama Taufiq Ismail

Dalam upaya menambah wawasan di bidang sastra dan pendidikan berkarakter, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan kuliah umum bersama sastrawan Indonesia, Taufiq Ismail. Acara dihelat pada Selasa (26/8) di Teater Tertutup FBS UNP. Kuliah umum yang bertajuk “Pembelajaran Sastra dalam Pembinaan Karakter” dihadiri oleh pimpinan fakultas, jurusan dan dosen selingkungan FBS UNP. Acara ditujukan kepada mahasiswa baru program Magister dan sarjana jurusan bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris FBS UNP.

Acara diawali dengan pembacaan Alquran oleh Rahmatika, S.Pd. dan dilanjutkan dengan pembacaan puisi karya Taufiq Ismail dengan judul “Malu Aku jadi Orang Indonesia” oleh Drs. Andria Catri Tamsin, M.Pd. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh dekan FBS UNP, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum. Dalam sambutannya, M. Zaim. menyatakan penerapan karakter pada intinya adalah upaya penambahan nilai dan sikap. Karya sastra sebagai salah satu karya manusia tidak terlepas dari upaya menyampaikan nilai-nilai karakter. “Semoga dengan dihadirkannya bapak Taufiq Ismail, dapat menambahkan pemahaman kita mengenai pembinaan karakter melalui karya sastra,” harap M. Zaim.

Sampailah pada acara utama yaitu penyampaian materi oleh Taufiq Ismail. Taufiq Ismail lebih banyak memaparkan perbedaan pendidikan negara lain dengan pendidikan di Indonesia Indonesia. “Saat ini kita masih sangat jauh tertinggal dari negara lain, padahal dulunya sastra di Indonesia luar biasa,” ungkap Taufiq Ismail. Dalam materinya Taufiq Ismail menjelaskan, alasan utama ketertinggalan dunia pendidikan di Indonesia adalah kurangnya minat membaca dan menulis karangan. “Mari kita tanamkan minat membaca, membaca, membaca dan menulis karangan sejak dini,” tegas Taufiq Ismail. Acara pun diisi dengan sesi Tanya jawab seputar tema yang diusung serta penampilan musikalisasi puisi karya Taufiq Ismail oleh mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Khiratul Rahman, mahasiswa Sastra Indonesia TM 2014 menyatakan, acara yang digelar oleh FBS UNP sangat berguna bagi mahasiswa terutama mahasiswa bahasa. “Persoalan membaca memang persoalan yang mainstream untuk dibahas, namun sulit untuk diterapkan. Padahal membaca adalah hal penting terutama bagi saya yang bercita-cita menjadi sastrawan,” ungkap Khiratul Rahman. Firman Febriyan pun berpendapat demikian. “Awalnya saya tertarik mengikuti acara ini karena ingin melihat langsung Taufiq Ismail, tapi setelah mengikuti acara hingga selesai saya merasa malu karena sebagai mahasiswa sastra tapi masih kurang berkarya, semoga FBS terus mengadakan acara serupa agar mahasiswa selalu mendapat motivasi,” harap Firman.

Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari FBS-UNP kepada taufiq Ismail. Tak ketinggalan, Taufiq Ismail pun memberikan sumbangan buku-buku untuk perpustakaan FBS-UNP berupa kumpulan puisi karya Taufiq Ismail yang diterjemahkan dalam tiga bahasa. “Ternyata bapak tidak hanya menyumbang ilmu, tapi juga menyumbang buku,” tutur M. Zaim.  Tiara