Fakultas Bahasa dan Seni

Strive for Excellence

Selamat Datang di Website Resmi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Pembukaan Krida: Penentuan Bidang Krida Lebih Selektif

Pembukaan Krida

Penentuan Bidang Krida Lebih Selektif

 

Kampus selatan kampus selatan
Disana kumencari tuntut ilmu sepenuh hati
Demi bangsa dan negara

demikianlah kutipan mars kampus selatan yang dilagukan oleh mahasiswa baru pada acara pembukaan krida di medan nan balinduang FBS UNP. acara dihelat pada sabtu (23/8) dengan tema “melalui krida kita tingkatkan kreativitas mahasiswa”. selanjutnya, acara diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh salah satu mahasiswa baru TM 2014. Acara dihadiri oleh dekan dan pimpinan jurusan serta pembina organisasi mahasiswa selingkungan FBS UNP.

Dekan FBS UNP Prof. Dr. M. Zaim, M. Hum. dalam sambutannya menyatakan acara krida merupakan acara lanjutan dari PKKMB yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru. Terlebih dengan diadakannya sistem kredit prestasi ekstrakulikuler yang baru dicanangkan pada tahun ajaran 2014-2015. “Kita akan mencanangkan system kredit prestasi. Semua sertifikat ekstrakurikuler menjadi pertimbangan saat wisuda. Untuk itulah mahasiswa baru harus mengikuti acara ini untuk mendapatkan sertifikat pendamping,” jelas M. Zaim. Selain itu, M. Zaim mengharapkan dengan diadakannya acara Krida dapat mengasah bakat mahasiswa baru dibidang bahasa dan seni. “Saya yakin, dibawah bimbingan panitia yang telah ditunjuk, mahasiswa baru bisa mengasah kemampuannya pada bidang yang ia pilih” tambah M. Zaim.

Adapun bidang krida yang disediakan oleh FBS UNP di antaranya bidang tari, musik, seni rupa, film dan fotografi, jurnalistik, MC, english club, drama, dan kerohanian. Berbeda dari tahun lalu, kuota mahasiswa yang memilih bidang krida pada tahun ini dibatasi. “Kita tidak ingin terjadinya penumpukan di satu krida, sehingga banyak krida lain yang sedikit peminatnya,” jelas Efipp Prananda selaku ketua panitia Krida 2014.

Pembatasan kuota pada bidang krida menimbulkan pro dan kontra terutama oleh mahasiswa peserta krida. Salah satunya Mia Permatasari. Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini mengaku khawatir bila tidak diterima dalam krida tari. “Saya takut jika tidak diterima dalam krida tari karena kuotanya penuh. Selain suka menari, saya tidak tahu lahgi akan memasuki krida yang mana,” ungkap Mia.

Sama halnya dengan Mia, Anton Oktravian pun cukup kesulitan dalam memilih bidang krida yang disediakan. “Selain di bidang bahasa, saya berprestasi di bidang olahraga, sayangnya tidak tersedia,” tutur Anton.

Menanggapi hal tersebut, Effip Prananda mengaku tidak khawatir dalam menerima respon mahasiswa baru yang kecewa saat penempatan bidang krida. “Kita menyediakan tiga kolom bidang krida yang diminati, jika pilihan pertama gagal masih ada pilihan kedua. Selain itu kami juga menyediakan kolom prestasi serta alasan mengapa memilih krida tersebut.” jelas Effip. Selain itu, Effip menjelaskan selama pelaksanaan PKKMB, ia melihat banyak bakat-bakat mahasiswa baru bahkan diluar dari prodinya. “Dari pelaksanaan PKKMB sebelumnya, kami melihat banyak sekali mahasiswa yang sukses dalam unjuk bakat, penampilan tari tidak hanya ditampilkan mahasiswa Sendratasik namun bisa juga dilakukan mahasiswa jurusan lain, jadi mengapa harus takut?” tutup Effip. Tiara